STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS MELALUI
ANALISIS SWOT
A.Hakikat Entreepreneurship
1.Pengertian Entrepeneurship
a.Entrepreneurship adalah suatu
proses melakukan sesuatu yang baru dan berbeda dengan tujuan menciptakan
kemakmuran bagi individu dan memberi nilai tambah pada masyarakat (Raymond Kao
dalam Winarto).
b.Entrepreneurship: ability to
create the new and different(Drucker)
c.Entrepreneurship: proses untuk
menangkap dan mewujudkan suatu peluang terlepas dari sumber daya yang ada,
serta membutuhkan keberanian untuk mengambil resiko yang telah diperhitungkan.
d.Entrepreneur adalah seseorang yang
merasakan adanya peluang, mengejar peluang-peluang yang sesuai dengan situasi
dirinya, dan percaya bahwa kesuksesanmerupakan suatu hal yang dapat dicapai
(Jarillo-Mossi)
e.Entrepreneur adalah orang yang
pandai atau berbakat mengenai produk baru, menyusun operasi untuk mengadakan
produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya (KBBI)
f.Entrepreneur adalah orang yang
menciptakan kemakmuran dan proses peningkatan nilai tambah melalui inkubasi
gagasan, memadukan sumber daya, dan membuat gagasan menjadi kenyataan (Raymond
Kao dalam Winarto)
g.Entrepreneur adalah seseorang yang
menyukai perubahan, melakukan berbagai temuan yang membedakan dirinya dengan
orang lain, menciptakan nilai tambah, memberikan manfaat bagi dirinya dan orang
lain, karyanya dibangun berkelanjutan dan dilembagakan agar kelak dapat bekerja
dengan efektif di tangan orang lain (Khasali dalam Winarto)
2.Ciri Entrepreneurship
a.Berani mengambil resiko
b.Menyukai tantangan
c.Punya daya tahan yang tinggi
d.Punya visi jauh ke depane.Selalu
berusaha memberikan yang terbaik
3.Kunci Sukses Entrepreneurship
a.Reputasi: senantiasa selalu
menjaga nama baik.
b.Tumbuh dari bawah: sukses
senantiasa dimulai dari langkah kecil, bahkan dari nol.
c.Konsentrasi: harus fokus dan
berkonsentrasi sungguh-sungguh.
d.Anti kerumunan: tidak terjun ke
bidang yang telah banyak dimasuki orang.
e.Modal hanya pelengkap: usaha dapat
dimulai dari modal yang sangat kecil, yang penting keberanian untuk memulai
usaha. Berani langkah pertama.
4.Jenis produk yang dapat dikembangkan dalam pengembangan
usaha
a.Barang: produk berujud fisik
(makanan, komoditas, pakaian, perumahan, alat-alat, dsb.)
b.Jasa: Produk berujud jasa seperti
hotel, penerbangan, penyewaan, tukang cukur, ahli kecantikan, konsultan, dsb.
c.Pengayaan pengalaman: rangkaian
barang dan jasa dalam bentuk pengayaan pengalaman kunjungan wisata,
simulasi-simulasi, mendaki gunung, dsb.
d.Peristiwa: produkberupa peristiwa
misalnya olimpiade, peristiwa OR, pegalaran seni, dsb.
e.Orang: produk berupa orang seperti
selebriti, pemain terkenal yang dipasarkan melalui media pers.
f.Tempat: Produk berupa tempat, kota
negara, atau wilayah yang dipasarkan.
g.Kepemilikan/Properti: produk
berupa kepemilikan berupa benda nyata (real estate) atau finansial (saham,
obligasi), dsb.
h.Organisasi: organisasi yang
dipasarkan untuk membangun citra seperti lion club, satria nusantara, dsb.
i.Informasi: produk berupa informasi
yang didistribusikan dengan harga tertentu, seperti ensiklopedia, majalah,
koran, dsb.
j.Gagasan: produk berupa gagasan dasar,
misalnya partai politik menjual gagasan/ program.
B.Strategi Pengembangan Usaha melalui Analisis SWOT
Perusahaan
atau Usaha Kecil dan Menengah harus harus memiliki perencanaan strategis.
Pemimpin perusahaan harus berusaha mencari ksesuaian antara kekuatan-kekuatan
internal dan kekuauatn-kekuatan eksternal (peluang dan ancaman) suatu pasar.
Kegiatannya meliputi pengamatan secara hati-hati persaingan, peraturan, tingkat
inflasi, siklus bisnis, keinginandan harapan konsumen, serta faktor-faktor lain
yang dapat mengidentifikasi peluang dan ancaman.
Suatu
perusahaan dapat mengembangkan strategi untuk mengatasi ancaman eksternal dan
merebut peluangyang ada. Proses analisis, perumusan, dan evaluasi
strategi-srtategi itu disebut perencanaan strategis. Tujuan utama perencanaan
strategis adalah agar perusahaa dapat melihat secara objektif kondisi-kondisi
internal dan eksternal, sehingga perusahaan dapat mengantiipasi lingkungan
eksternal. Dalam hal ini dapat dibedakan secara jelas, fungsi manajemen,
konsumen, distributor, dan pesaing. Perencanaan strategis penting untuk
memperoleh keunggulan bersaing (Rangkuty, 2003”2-3).
Rangkuty
(2003: 18-20) menjelaskan analisis SWOT sebagai berikut. Analisis SWOT adalah
identifikasi berbagai factor secara otomais untuk merumuskan strategi
perusahaan atau Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Analisis ini didasarkan pada
logina yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang
(opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimilkan kelemahan
(weaknesses) dan ancaman (threats). Proses pengambilan keputusan strateguis
selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan
perusahaan. Dengan demikiajn perencana strategis harus menganalisis
faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan,kelemahan, peluang, dan ancaman)
dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan Analisis Situasi. Model
yang paling popular untuk menganalisis situasi semacam ini adalah Analisis
SWOT.
Kinerja
perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua
faktor itu harus dipertimbangkan dalam analisis SWOT. SWOT adalah singkatan
dari lingkungan internal Strengthsdan Weaknessesserta lingkungan eksternal
opportunitiesdan theats yang dihadapi dunia bisnis. Analisis SWOT membandingkan
antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan
kelemahan.
Gambar berikut menunjukkan analisis
SWOT.
Gambar 1
Diagram Analisis SWOT
Keterangan Kuadran
1.
Kuadran 1,merupakan situasi sangat
menguntungkan. Perusahaan memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat
memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus ditetapkan mendukung
kebijakan pertumbuhan dan perkembangan secara agresif.
2.
Kuadran 2, meskipun ada ancaman
perusahaan masih memiliki kekuatandari segi internal. Strategi yang harus
diterapkan menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang
dengan cara difersivikasiproduk dan pasar.
3.
Kuadran 3, perusahaan menghadapi
peluang pasar yang sangat besar tetapi memiliki beberapa kendala atau
kelemahaninternal. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah
internal sehingga merebut peluang yang lebih baik.
4.
Kuadran 4, perusahaan menghadapi
berbagai ancaman dan kelemahan internal sehingga situasinya tidak
menguntungkan. Strategi yang diterapkan dengan cara bertahan yang difokuskan pada
perbaikan perusahaan.
C.Perencanaan Strategis
Setelah
dilakukan analisis SWOT, tahap berikutnya adalah melakukan perencanaan
strategis. Perencanaan strategis dilakukan melalui tiga tahap analisis, yaitu
(a) pengumpulan data, analisis, dan pengambilan keputusan.
1.Pengumpulan data
Tahap
ini melakukan kegiatan pengumpulan data, pengklasifikasian data, dan
pra-analisis. Pada tahap ini data dibedakan menjadi dua, yaitu eksternal dan
internal. Dari data eksternal dapat diperoleh data dari lingkungan luar perusahaan,
seperti: analisis pasar, analisis kompetitor, analisis komunitas, analisis
pemasok, analisis pemerintah, dan analisis kelompok kepentingan tertentu.
Data
internal dapat diperoleh melalui data dalam perusahaan sendiri, seperti dalam
laporan keuangan, laporan kegiatan sumber daya manusia, laporan kegiatan
operasuonal, dan laporan kegiatan pemasaran.
2.Tahap Analisis
Setelah
mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhadap kelangsungan perusahaan,
tahap selanjutnya adalah memanfaatkan semua informasitersebut dalam model-model
perumusan strategi. Ada beberapa model yang dapat digunakan, dalam kesempatan
ini akan digunakan matriks SWOTseperti pada gambar 2 sebagai berikut.
Keterangan Matriks
a.Strategi SOStrategi ini dibuat
berdasarkan jalan pikiran organisasi, yaitu dengan memanfaatkan seluruh
kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
b.Strategi STStrategi dalam
menggunakan kekuatan yang dimiliki organisasi untuk mengatasi ancaman
c.Strategi WOStrategi ini diterapkan
berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkankelemahan yang
ada.
d.Strategi WO Strategi ini
didasarkan pada kegiatan yang bersifat definisif dan berusaha meminimalkan
kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
D.Penutup
Perusahaan
atau Usaha Kecil Menengah harus dikelola secara professional. Suatu perusahaan
akan bergerak secara dinamis, karena itu kita harus melakukan perencanaan
strategis ke depan. Perencanaan strategis harus mendasarkan kepada kekuatan dan
kelemahan yang ada dalam suatu perusahaan untuk menangkap peluang yang lebih
baik dan menanggulangi ancanaman-ancaman yang ada. Betata pun keadaan
perusahaan sekarang sudah dianggap maju, perencanaan ke depan tetap sangat
penting, karena era ke depan adalah era yang semakin penuh
persaingan-persaingan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar